Sebelum mulai cerita, saya perkenalkan tokoh dalam cerita ini :
- A = Saya
- B = Teman satu kost si A
- C (korban) = Teman sekelas si B, kenal dengan si A
- D (tersangka) = Teman si C, kenal juga dengan si B, tapi gak kenal dengan si A
Semua tokoh di atas adalah laki-laki.
Ini cerita paling menjijikan sekaligus paling menakutkan. Bagaimana tidak, saya berjabat tangan dengan seorang lelaki penyuka sesama jenis, alias maho. Lho kok bisa ?. Begini ceritanya:
Suatu hari si B bercerita pada si A tentang si C yang dikejar-kejar oleh seseorang, sebut saja si D. Si A agak tidak percaya dan hanya bisa geleng-geleng kepala plus merinding mendengarkan cerita tersebut. Kata si B, awalnya si D adalah orang yang baik pada si C. Dia sering mentraktir si C makan, sampai menenami si C nonton bareng konser musik. Katanya, saat itu si C tidak menaruh curiga kepada si D. Namun pada akhirnya si C tahu bahwa si D bukan lelaki normal. Si D adalah lelaki penyuka sesama jenis, alias maho. Lha kok si C tahu ? yap, karena si D pernah mengajak si C untuk check-in ke hotel berdua. *jijik*. Dan saat itu si C dengan sebisa mungkin menjauh dari si D, baik dengan cara halus maupun cara kasar.

Sebelum identitas asli si D terbongkar, si B pun ikut kenal dengan si D karena si B adalah teman baik si C. Si B pun mengaku beberapa kali bertemu dengan si D, dan memang si D adalah orang yang baik.
Cerita terus berlanjut, namun ada hal yang membuat si A khawatir. Si A khawatir karena si D pernah bilang ke si B bahwa dia ingin main ke kosan si B. Nah, wajar kalau si A khawatir karena si A dan si B adalah teman satu kost.
Kekhawatiran pun terjadi ketika entah bagaimana caranya, si D bertemu dengan si B. Si D ingin berkunjung ke tempat kost si B. Si B yang awalnya menolak merasa tidak enak dengan si D, dan akhirnya si B mau gak mau mengajak si D berkunjung ke kostnya. Saat itu kebetulan si A juga sedang ada di tempat. Dan akhirnya mereka bertiga bertemu. Dan si A kaget plus khawatir karena mau gak mau harus berkenalan dan bersamalan dengan seorang maho. Si A berharap tidak pernah bertemu lagi dengan si D. Dan harapan itu terkabul.
—
Kalau ingat pengalaman itu, jadi ngakak sendiri. Bayangkan kalau itu terjadi kepada anda. Saran saya kalau nemu kejadian seperti ini, tetap tenang dan berdoalah. Tetap berhati-hati, karena yang begitu sekarang nampaknya sudah merajalela.

Bagi anda developer di lingkungan linux (khususnya ubuntu (khususnya lagi karmic (kebetulan saya pakai karmic))), tentu sangat familiar dengan IDE yang bernama Geany. Simple, ringan, autocomplete, dan tentunya multilanguage. Saya ingin sharing mengenai masalah yang akhirnya secara mudah dapat diselesaikan. Masalah tersebut muncul ketika kita
Sebagai seorang tenaga pengajar atau nama lainnya guru, pasti pernah mengawas ujian. Ujian harian, ujian tengah semester, ujian akhir semester, atau ujian yang lain. Jadi begini, hanya ingin share pengalaman ketika melihat tingkah polah peserta ujian yang aneh-aneh, gelisah, resah, dan tak menentu. Sebagian hal yang ditulis di bawah ini adalah hasil pengamatan bagaimana siswa tersebut menangani kegelisahannya ketika ujian berlangsung.




